Kamis, 16 Januari 2014

"Partai dan Musibah"




Oleh @malakmalakmal
   
01. Ingin kultwit singkat saja soal #PartaiDanMusibah.
   
02. Sejak jaman PK hingga PKS skrg, partai yg satu ini selalu eksis menolong korban musibah.
   
03. Belakangan, perilaku ini dianggap sbg ancaman o/ bbrp lawan politik.
   
04. Akhirnya, dihembuskanlah isu bhw partai tdk boleh menolong korban musibah.
   
05. Kata2nya disamarkan jadi, “Nggak usah bawa bendera partai kalo mau nolong!”
   
06. Kata2 itu kemudian perlahan menyusun sebuah cerita di kepala para pembacanya.
   
07. Seolah2, ketika PKS menolong korban musibah, tiba2 seisi kota penuh dgn bendera PKS.
   
08. Atau, org berkhayal, ketika nasi bungkus dibagikan, ada stiker partai, lengkap dgn instruksi utk memilih.
   
09. Permasalahan ini, menurut saya, muncul krn sejumlah kesalahan logika.
   
10. Pertama, identitas partai adalah hal yg sangat penting, krn dlm kasus ini partailah yg memberi bantuan.
   
11. Kalau yg beri bantuan adalah ormas, maka wajar juga jika identitasnya diperjelas.
   
12. Justru jd masalah kalau identitasnya tdk jelas. Memangnya nggak bahaya menerima bantuan yg serba gak jelas?
   
13. Kedua, seolah2 org merasa tdk nyaman kalau partai yg memberi bantuan.
   
14. Ini jg kesalahan logika. Krn politik dianggap kotor, maka semua partai harus kotor. Ada partai bersih malah keki.
   
15. Justru, semestinya org senang jika ada partai yg memberi bantuan. Artinya politik diisi o/ org2 yg bersih.
   
16. Dan semestinya jg masyarakat marah pada partai yg tdk memberi bantuan. Sudah dipilih, kok gak ada manfaatnya.
   
17. Apalagi partai2 besar, yg perolehan suaranya di atas PKS. Harus dihukum secara sosial kalau tdk membantu.
   
18. Th 2014 ini tahun pemilu. Harusnya, di partai2 besar itu dana bertebaran. Nggak ada alasan utk tdk membantu.
   
19. Ketiga, ada yg merasa ini semua pencitraan. Pemikiran ini gak salah2 amat, tp coba tilik masalahnya.
   
20. Apakah PKS menolong korban bencana di tahun pemilu saja? Kalau ya, maka itu pencitraan.
   
21. Dan kalau cuma pencitraan, bukankah partai2 besar punya dana yg lebih besar utk lakukan hal yg sama?
   
22. Satgas2 partai itu kalo lg show of force gagah2 lho. Pas ada musibah ngapain mrk?
   
23. Coba lihat partai2 besar kalau lg kampanye. Segala macem artis bisa didatengin. Duit melimpah. Pas musibah ke mana?
   
24. Sampe skrg msh ada aja yg bagi2 duit, bagi2 nasi bungkus dll pas lg kampanye. Pas lg musibah, ke mana nasi bungkusnya?
   
25. Kalau cuma pencitraan, maka ini peluang bagus bwt partai2 pemilik modal besar. Tp kok gak dilakukan?
   
26. Jelaslah bhw menolong korban musibah itu gak mungkin cuma dgn semangat pencitraan.
   
27. Emangnya semua org mau disuruh berenang kesana kemari dr pagi sampe malem ngurusin org lain saat banjir?
   
28. Emangnya saat menolong korban musibah itu gak ada risiko? Bukan cuma capek, lho!
   
29. Itulah sebabnya, kalau ada partai yg aktif menolong korban musibah, saya ragu itu pencitraan.
   
30. Apalagi partainya tergolong tdk besar, tidak tergolong banyak duitnya. Jawabannya cuma satu: semangat krn Allah!
   
31. Kalo bukan krn Allah, nggak akan mereka mau turun ke lapangan seperti itu. Apalagi gak dibayar.
   
32. Nggak percaya? Ya komparasikan aja sama partai2 besar. Mrk punya semua. Kecuali semangat krn Allah, mungkin ya.
   
33. Pencitraan atau bukan, sudah semestinya rakyat diarahkan pada logika yg benar. #PartaiDanMusibah
   
34. Mau pencitraan atau apa, partai harus membantu korban musibah. Partai yg gak mau bantu, hujat saja!
   
35. Rakyat yg cerdas bisa kok bersikap sedikit pragmatis. Kenapa tidak?
   
36. Kalo ada partai menolong korban tp ngajak utk milih, ya terima aja bantuannya. Pas nyoblos, kan dia gak tau.
   
37. Saya ingat, di salah satu stasiun tv swasta, ust @anismatta pernah diajukan pertanyaan menarik.
   
38. Pertanyaannya: “Dulu PKS saja yg menolong korban musibah. Skrg partai2 lain jg mencoba. Gmn tanggapannya?”
   
39. Ust @anismatta menjawab: “Ya bagus, itu artinya semua partai berlomba2 dlm kebaikan.”
   
40. Gmn kalo ada yg menolong cuma krn pencitraan? Ya gpp jg, yg penting kan rakyat yg dpt manfaat.
   
41. Bagus kalo rakyat punya ‘standar tinggi’. Nggak mau milih partai yg ngumpet saat ada bencana alam. Why not?
   
42. Lbh bagus lg kalo bs berpikir rasional. Bisa bedakan mana yg tulus dan mana yg pencitraan.
   
43. PKS, saya yakin, sangat siap berkompetisi dlm kebaikan bersama partai2 yg lain.
   
44. Kalau partai2 besar sudi turun tangan menolong rakyat, maka itu kemajuan bagi bangsa.
   
45. Sayang, kemajuan ini malah terlewatkan begitu saja krn retorika2 kosong yg terus dilontarkan ke publik.
   
46. Publik akhirnya terpancing utk marah2 melulu krn alasan yg tdk jelas.
   
47. Mrk marah pd partai2 yg khianati rakyat, tp marah2 jg ketika partai2 menolong rakyat. Darah tinggi deh.
   
48. Mau sampai kapan rakyat disuruh marah2 nggak jelas begini? Marahlah pd mrk yg pantas dimarahi!
   
49. Semoga Allah SWT merahmati negeri ini. Aamiin...


*sumber: http://chirpstory.com/li/183041
Read more »

Anis Matta: Menjadi Otak, Hati, Tulang Punggung Indonesia




JAKARTA, KOMPAS - Memimpin Indonesia tidak akan berhasil hanya karena menjadi seorang presiden, tidak akan berhasil hanya karena punya banyak menteri. Anda akan berhasil memimpin Indonesia apabila mau menjadi otaknya Indonesia hatinya Indonesia dan tulang punggung Indonesia.

Demikian konsepsi pemimpin menurut Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang disampaikan Presiden PKS M Anis Matta dalam wawancara khusus dengan Kompas di kantor The Future Institute, Jakarta Kamis (9/1).

Menurut dia, pemimpin negeri ini harus menguasai wacana, memiliki kemampuan mengarahkan atau menggerakkan emosi publik, serta mampu merealisasikan rencana atau program-program pembangunan.

Menurut Anis, fungsi tersebut bisa dilihat dalam pemerintahan Orde Baru. “Militer bisa memimpin selama Orde Baru itu bukan karena Pak Harto (Presiden Soeharto)," katanya.

Sejak awal Orde Baru, militer sudah intensif mengembangkan wacana keindonesiaan. Bahkan, hasil seminar TNI Angkatan Darat tahun 1966 digunakan sebagai ide dasar penyusunan platform pembangunan. Pada sisi inilah, militer berhasil memosisikan diri sebagai otaknya Indonesia

Militer juga berhasil menggerakkan emosi masyarakat dengan menciptakan kepercayaan diri dan optimisme bangsa. Selain itu, militer juga menguasai pemerintahan karena diberlakukan Dwi-Tungsi ABRI.

"Itulah kenapa dia (militer) mampu mengeksekusi (merealisasikan) semua rerrcana Pembangunan yang dicanangkan sebelumnya." ujarnya.

Pelajaran untuk Parpol

Mengambil pengalaman Pemerintahan Orde Baru bukan berarti PKS menginginkan militer berkuasa kembali. Peran yang diambil militer sebagai otak, hati, dan tulang punggung bangsa itulah yang seharusnya menjadi pelajaran partai politik sebagai pabrik pemimpin bangsa.

Seharusnya setelah Dwifungsi ABRI dihapuskan pada era Reformasi, parpol bisa mengambil peran yang sebelumnya dilakukan kelompok militer. Namun, hingga 15 tahun reformasi, belum ada satu pun kekuatan Politik yang mampu. PKS sendiri diakui belum mampu menjalankan fungsi sebagai otak, hatl dan tulang punggung lndonesia.

Menurut Anis, 10 tahun Pertama habis untuk membangun infrastrukfur dan kapasitas lain untuk menjadi partai modern. Penguatan ideologi dan Penokohan sebenarnya sudah dirancang dilakukan pada 10 tahun kedua PKS, tetapi terhenti karena terganjal kasus hukum yang menimpa mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.

Setelah reformasi tahun 1998, menurut Anis, semestinya fokus perhatian pemerintah juga berubah. Perhatian tak lagi difokuskan pada politik seperti Orde Lama atau fokus ke ekonomi seperti pada Orde Baru, tetapi fokus kepada masyarakat sipil.

Pasalnya politik dan ekonomi sudah menemukan keseimbangan baru. Begitu Pula sumber-sumber ketegangan lain, seperti relasi agama dan negara, dialektika demokrasi dan Pembangunan, serta hubungan Pusat dan daerah sudah menemukan keseimbangan baru. Keseimbangan baru juga terlihat dengan munculnya relasi antara negara, agama, dan masyarakat sipil.

Akan tetapi, sayang keseimbangan baru itu muncul bersamaan dengan fenomena baru, yakni ledakan demografi baru. Muncul sebuah generasi baru yang lahir tahun 1990-an, yang tak punya asosiasi emosional dan ideologi terhadap sumber ketegangan pada masa Orde Lama dan Orde Baru. Mereka lahir di tengah ideologi baru, yakni demokrasi dan pasar bebas.

Persoalan muncul karena para politisi atau calon pemimpin bangsa justru masih menggunakan isu-isu lama seperti kedaulatan, integrasi, dan nasionalisme. Yang menjadi perbincangan lembagalembaga Politik tidak sesuai dengan yang dipikirkan dan dibutuhkan masyarakat.

Masyarakat yang cara pandangnya sudah berubah juga tidak merasakan manfaat negara dan semua institusi politik. Akibatnya muncul ketidakpercayaan masyarakat terhadap negara dan institusi politik.

Kondisi itu juga menyebabkan terjadi disorientasi sehingga bangsa kehilangan arah. Kegaduhan terjadi dimana-mana, tetapi sebenarnya tidak ada hal substansial yang menjadi pokok perdebatan.

Bukan pemimpin otoriter

Untuk menghadapi persoalan baru tersebut diperlukan pula pendekatan baru dalam model kepemimpinan. Masyarakat tidak memerlukan lagi pemimpin yang otoriter atau pemimpin yang hanya mengandalkan wibawa. Pemimpin yang dibutuhkan adalah pemimpin yang mengandalkan gagasan, memiliki kemampuan persuasif, dan kemampuan koordinasi.  Anis menganalogikan pemimpin seperti pemandu sorak.

Dengan kata lain, tugas pemimpin adalah menciptakan lingkungan strategis bagi masyarakat untuk terus berkembang. Masyarakat harus dibuat taat kepada pemimpin karena pemimpin memiliki gagasan besar yang bermanfaat untuk masyarakat.

Pendekatan semacam itulah yang juga dilakukan PKS. Kader taat bukan karena takut pada otoritas partai, melainkan karena sadar pada kebenaran dalam gagasan yang dibawa pemimpin mereka.

Bicara masalah ketegangan antara Islam, modernitas, dan ke-indonesiaan, Anis mengatakan, itu sudah menjadi masa lalu. Saat ini, ketegangan segitiga pada masa lalu tersebut semestinya dijadikan dasar untuk membangun masa depan Indonesia.

PKS memiliki gagasan mengintegrasikan agama, pengetahuan, dan kesejahteraan untuk membangun masa depan bangsa. PKS tidak ingin lagi ada komplikasi antara Islam dan keindonesiaan atau Islam dengan modernitas.

Hal itu karena Islam yang dibawa PKS merupakan Islam yang moderat dan terbuka. Gagasan itulah yang melandasi PKS memutuskan menjadi parpol terbuka sejak tahun 2008.

Denjan menyatukan agama, pengetahuan, dan kesejahteraan, Indonesia diharapkan akan menjadi bangsa yang religius, lebih berpengetahuan, tetapi sejahtera. Agama akan memberikau basis orientasi dan basis moral.

Pengetahuan memberikan basis kompetensi dan basis produktivitas. Adapun kesejahteraan merupakan cita-cita Indonesia yang tercantum dalam konstitusi, yakni menjadi negara adil dan
makrnur.

Dengan penyatuan agama, pengetahuan, dan kesejahteraan itu, Indonesia diyakini akan menjadi model bagi negara-negara Islam dan juga negara-negara Barat. (ANITA YOSSIHARA)


*sumber: KOMPAS cetak edisi Kamis (16/1/2014)
Read more »

Rabu, 08 Januari 2014

Pemilu 2014, PKS Optimistis Raih Suara Lebih Banyak



image
Anis Matta yakin PKS menang. (Foto : Teguh)
Semarang, PKS Pati—Partai Keadilan Sejahtera (PKS) optimistis mendapatkan hasil lebih baik pada pemilu April nanti dibandingkan pemilu lima tahun yang lalu. Rasa optimisme ini disampaikan langsung oleh Presiden PKS Muhammad Anis Matta, saat berkunjung ke Semarang, Selasa (8/1/2014).
Dikatakan Anis, meski hasil survey belakangan ini suara PKS mengalami penurunan, namun ia yakin berkat dukungan seluruh kader yang terus menjaga soliditas, partainya akan mencapai target yang sudah dicanangkan
“Insyaallah lebih bagus dari 2009. Faktor yang mempengaruhi adalah soliditas kader dan para caleg yang terus bergerak,” kata Anis kepada wartawan.
Meski demikian, Anis mengakui bahwa hasil survey yang muncul dari berbagai lembaga survey tidak perlu menjadi hambatan para kader untuk terus bergerak mensosialisasikan PKS ke masyarakat
“Kita tidak menolak survey, biarkan survey seperti itu, namun kader yang terus bergerak. Dan biasanya hasil Pemilu kita lebih baik dari hasil survey, itu pengalaman kita selama ini,” tandas mantan Wakil Ketua DPR RI ini.
Seperti diketahui, PKS menargetkan suara 12 persen pada Pemilu 2014 mendatang, target itu jauh melampau hasil yang dicapai pada tahun 2009 lalu. Pada lima tahun lalu, PKS mendapatkan suara 8 persen dan bertengger di urutan empat. 

 Sumber: http://pksjateng.or.id/index.php/read/news/detail/1455/Pemilu-2014-PKS-Optimistis-Raih-Suara-Lebih-Banyak
Read more »

Anak Kader PKS Jateng Siap Sukseskan Pesta Demokrasi 201


image
Anak Kader PKS Jateng Siap Sukseskan Pemilu 2014
SEMARANG, PKS Pati—Empat bulan jelang Pemilihan Umum 2014, berbagai elemen bangsa termasuk Partai Politik dan berbagai organisasi kemasyarakatan (Ormas) pendukung terus mensosialisasikan pesta demokrasi tersebut. Di Semarang, Jawa Tengah, anak – anak kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang tergabung dalam Garuda Keadilan bahkan menyiapkan program khusus untuk mengkampanyekan pesta demokrasi tersebut dengan sasaran adalah pemilih pemula.
“Agenda ini dirangkaikan dengan Musyawarah Kerja Wilayah, yang diikuti oleh seluruh pengurus GK di tiap daerah dengan harapan program – program tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat,” terang Khalid, Ketua GK Jateng, Ahad (29/12/2013).
Selain pembahasan program anti golput, dalam Musykerwil yang diselenggarakan di Kompleks MD Building DPD PKS Kota Semarang tersebut juga membahas agenda lainnya seperti aksi sosial, peresmian GK Regional Karisedenan pada 6 karisedenan se-Jawa Tengah.
Program kerja yang bervariasi yang diwacanakan hasil Musykerwil GK antara lain, seperti operasi Semut dengan konsep membersihkan sampah CFD kota/kab se-jateng, aksi Sosial kampanye Pemuda No Free Sex, No Drugs saat Valentine Day, dan aksi Sosial peduli panti asuhan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Generasi Muda dan Profesi DPW PKS Jateng, Fris Dwi Yulianto mengapresiasi langkah anak – anak muda PKS tersebut untuk terus berkiprah dalam mensukseskan pesta demokrasi dan aksi sosial kemasyarakatn. Menurut pria yang juga Caleg PKS Kota Semarang ini, apa yang dilakukan GK adalah bentuk komitmen generasi muda yang terus ingin produktif berkarya bagi bangsanya.
“Anak – anak muda itu energinya adalah karya, maka selagi muda banyak – banyaklah berkarya untuk negeri ini,” kata Fris saat memberikan pengarahan Musykerwil GK Jateng.
Seperti diketahui, agenda Musykerwil yang terselenggara hari Sabtu-Ahad (28-29/12) ini adalah kali pertama diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah GK Jateng. Organisasi sayap PKS yang dibidani oleh bagian ketahanan keluarga bidpuan DPW PKS Jateng ini diikuti oleh  70 peserta. Selain menyelnggarakan Muskerwil, anak – anak kader PKS ini juga mengikuti agenda lainnya, seperti pelatihan Wawasan Kebangsaan dan juga mengunjungi Car Free Day di Simpang Lima Semarang.

sumber: http://pksjateng.or.id/index.php/read/news/detail/1453/-Anak-Kader-PKS-Jateng-Siap-Sukseskan-Pesta-Demokrasi-2014
Read more »

Hubungan PKS dengan Pondok Pesantren Makin Mesra




Anis Matta Menjawab Pertanyaan Wartawan di Semarang, Rabu (8/1/2014). (Foto by Teguh)
Semarang, PKS Pati —Kunjungan yang sering dilakukan oleh Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Anis Matta ke berbagai pondok pesantren tradisional di berbagai daerah, seperti Pesantren Lirboyo, Makam SUnan Kalijaga dan beberapa tempat lainnya dinilai banyak kalangan sebagai upaya PKS untuk menggaet suara kaum nahdhliyin. Namun anggapan tersebut dibantah oleh Presiden PKS, Anis Matta.
Menurut Anis, salah satu tujuan dari silaturahmi dirinya ke berbagai tokoh agama dan pondok pesantren di Jawa Timur dan jawa Tengah itu adalah untuk mempererat tali silaturahmi dengan sesama ummat Islam. Ia juga menyebut bahwa kunjungan yang dilakukannya untuk melakukan klarifikasi tentang kesalahpahaman terhadap PKS selama ini.
“Saya hanya ingin klarifikasi secara faktual anggapan yang selama ini muncul seperti PKS anti ziarah kubur, anti maulid, dan lain sebagainya. Alhamdulillah hasilnya positif, para tokoh tersebut menyambut kami dengan baik,” terang Anis Matta kepada wartawan, di Semarang, (8/1/2014).
Lebih lanjut mantan Wakil Ketua DPR RI ini mengungkapkan bahwa tujuan yang terpenting dari seringnya silaturahmi dengan para tokoh dan ulama tersebut adalah untuk membicarakan masalah keummatan dan keindonesiaan. “Dan Alhamdulillah hubungan kami dengan para tokoh tersebut terjalin dengan mesra,” tandasnya.  
Seperti diketahui, selama kurun waktu April sampai dengan Desember tahun lalu, Anis Matta sering melakukan kunjungan keummatan ke berbagai tokoh dan ulama. Selain mengunjungi pesantren Lirboyo, Anis juga mengunjungi beberapa pondok pesantren dan tempat religius di berbagai daerah di Indonesia, diantaranya adalah Pesantren di Sayung Demak, Salatiga, dan juga ziarah kubur di Demak beberapa waktu lalu.
Anis juga giat berkunjung ke berbagai kampus di Indonesia, antara lain Undip, UI, dan berbagai Universitas lainnya.“Kita ingin menyampaikan bahwa Indonesia telah memasuki gerbang sejarah baru, yakni gelombang ketiga,” pungkasnya. 

Sumber: http://pksjateng.or.id/index.php/read/news/detail/1454/Hubungan-PKS-dengan-Pondok-Pesantren-Makin-Mesra

Read more »

Sabtu, 21 Desember 2013

Humas DPD PKS Pati mengikuti PR Summit di Semarang yang diadakan oleh Humas DPW PKS Jateng


Semarang, PKS Pati- Dalam rangka peningkatan kapasitas dan sinkronisasi kerja humas Partai Keadilan Keadilan (PKS) di daerah. Humas DPW PKS jawa tengah mengadakan PR Summit atau pertemuan humas. 
Acara yang akan berlangsung tanggal 22 Desember 2013 mendatang, mengundang seluruh humas DPD PKS se-jawa tengah.Tujuan diadakannya PR Summit adalah untuk menyamakan irama dan gerakan humas menuju pemilu 2014. Sehingga kerja humas daerah dapat terharmonisasi secara keseluruhan.
"Acara PR Summit ini akan menjadi pengsinkronisasian secara keseluruhan humas PKS se jawa tengah sesuai dengan instruksi humas pusat" Jelas Teguh Prasetyo Selaku ketua panitia PR Summit.
Nantinya humas PKS di daerah dapat bekerja secara optimal dalam menuju pemenangan pemilu 2014, dan sesuai dengan tema besar humas PKS Dekat dan Melayani, tambahnya saat di wawancarai.

Read more »

Jumat, 20 Desember 2013

Lomba Kelurga dalam Peringatan Hari Ibu



Dalam rangka hari Ibu Bidang Perempun DPD PKS  Kabupaten Pati akan mengadakan Acara Peringatan Hari Ibu yang InsyaAllah akan dilaksanakan di Stadiun Joyokusumo Pati pada hari Minggu 22 Desember 2013, Pukul 05.30 sampai dengan selesai. Acara yang bertujuan untuk memperingati hari Ibu ini dimeriahkan dengan berbagai acara, molai dari Senam Nusantara  yang dilanjutkan dengan Lomba-lomba untuk kekompan Keluarga. 
Lomba yang dilaksanakan adalah lomba Foto keluarga, lomba Teklek keluarga, dan lomba kelereng. Kegiatan peringatan hari Ibu Bidang Perempuan DPD PKS Pati juga  dimeriahkan dengan Bazar dan Team  Nasid Mahiba serta banyak Doorpraize Menarik. 
Kegiatan ini terbuka untuk umum seluruh masyarakat Pati dan kader serta simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Untuk itu bagi warga Pati dan sekitarnya kami harapkan untuk hadir dan meriahkan acara tersebut.
Read more »

 

KABAR DPC

KIPRAH KEWANITAAN

KOLOM